let's get lost in dita's world!

it's all about things that so into me

0 notes

i love your blushy smile and your simple thank you in this afternoon <3
me

0 notes

The Untold Pain

“Aku kangen”. Sejenak ingin rasanya aku mengetik kalimat itu untukmu, namun ku urungkan niatku. Aku hanya terdiam memandangi layar hp. Teringat bbmku beberapa hari lalu, yang jangankan kamu balas, dibaca pun tidak.

“Sebenarnya aku kangen, tapi aku ga pernah mau bilang”. Kamu bertanya kenapa. “Soalnya tiap aku kangen belum tentu bbmnya kamu baca. Daripada sakit hati, yaudah mendingan ga usah bilang”.

Kamu hanya bilang maaf. Kata maaf yang makin lama makin kehilangan artinya. Maaf yang selalu aku beri tanpa kenal bosan. Maaf yang hanya terdiri dari 4 huruf. Yang mungkin diucapkan tanpa ketulusan, hanya asal bunyi.

Kamu tidak pernah tahu bagaimana sakitnya menahan rindu. Rindu yang hanya diobati dengan pertemuan sebulan sekali, yang bisa dibilang definitely-not-a-quality-time-for-us. Kamu tidak pernah tahu bahwa pertemuan singkat itu sudah bisa membuatku bahagia. Bahagiaku sesederhana itu.

Kamu tidak pernah tahu aku selalu berat melepas kepergianmu. Karena kamu tidak pernah tahu betapa sulitnya untuk melihatmu dengan yang lain. Dimana seharusnya itu aku. Kamu tidak pernah tahu bagaimana rasanya jadi aku. Kamu tidak pernah tahu, sayang…..

0 notes

Tanya Kenapa

Kalau dipikir-pikir, sebenarnya cinta itu ga lepas dari unsur SARA. Katanya cinta itu bersifat universal. Tidak pandang bulu. Dapat menyatukan yang terpisah. Katanya cinta dapat menaklukkan benci dendam. Haruskah kita percaya?

Perbedaan. Katanya perbedaan itu indah. Katanya beda itu memperkaya. Tapi bagaimana kalau perbedaan menjadi alasan untuk (terpaksa) berpisah? Bagaimana kalau perbedaan yang katanya indah itu menjadi bumerang untuk kita?

Entah itu beda keyakinan, beda kasta, beda suku, beda prinsip, beda status sosial, sampai beda orientasi seks. Kenapa harus ada perbedaan kalau cuma jadi penghalang? Dan kenapa harus mengatasnamakan cinta kalau ternyata cinta dapat dikalahkan oleh perbedaan? (May 2nd, 2013)

0 notes

Let Me Be The One…

I hate to be the second option. Because being the first is always better than the second one. Because everyone wants to be someone’s priority. Let me be the one, not the second one.

0 notes

WTF

I hate the fact that I’m still waiting for you and I hate to admit that I still wanting you that much. I know you’ll hurt me every time you call me. I lost my trust on you. Every single word from you is fake. You always broke every promise you’ve made. And I’m still the old stupid Dita. Don’t you remember that the one who you love most is the one who hurts you most?